Greating...

Ini merupakan suatu tempat yang mungkin sangat bermanfaat.. Kumpulan makalah-makalah dari berbagai study keilmuan yang mungkin sangat membantu dalam pekerjaan tugas-tugas Anda..

salam "Halaman_Belakank"

Rabu, Maret 27, 2013

HARGA UANG (NILAI UANG) EKONOMI MONETER



BAB 1
 PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Uang sebagai alat tukar di era modern ini memiliki fungsi dan peranan penting terhadap kegiatan perekonomian.Begitu juga dengan lembaga keuangan sebagai wadah dan perantara kegiatan keuangan.
Terlebih dahulu tentang perkataan nilai itu sendiri. Sesungguhnya pengertian atau arti kata daripada nilai adalah bermacam-macam, ada nilai dalam arti obyektif, dalam arti subyektif dan dalam arti nilai tukar. Telah dikemukakan pula bahwa uang itu adalah sejenis benda. Apakah dengan ini berarti bahwa bilamana kita mengatakan nilai sesuatu benda samalah isi yang terkandung dalam pikiran kita bila kita mengatakan nilai uang? Sudah tentu sesuai dengan banyaknya arti nilai tersebut di atas, tidaklah selalu demikian halnya. Jadi apa yang terkandung dalam pikiran kita bilamana kita mengatakan nilai uang. Pula harus diperhatikan, bahwa dalam hidup kita sehari-hari, sesuai dengan fungsi uang sebagai alat pengukur nilai, uanglah yang dipergunakan orang untuk menentukan berapa nilai sesuatu barang. Akan tetapi karena arti nilai pada yang disebut terakhir ini adalah nilai tukar, maka sudahlah jelas ada persamaan yang terkandung dalam pikiran kita bilamana kita mengatakan nilai uang dan mengatakan nilai sesuatu benda. Jadi samalah apa yang terkandung dalam pikiran kita bilamana kita mengatakan nilai tukar sebutir telur, dengan nilai tukar sesuatu kesatuan uang. Jadi dengan uraian di atas, jelaslah bahwa bilamana kita mengatakan nilai uang, maka nilai tukar uanglah yang dimaksudkan.
Karena uang adalah sejenis benda, maka apa yang dimaksudkan dengan nilai tukar sesuatu benda samalah halnya dengan nilai tukar sesuatu kesatuan uang. Nilai tukar sesuatu benda adalah banyaknya barang-barang atau jasa-jasa yang umumnya diberikan oleh orang lain kepada kita sebagai pengganti satu kesatuan barang yang kita berikan kepadanya. Dengan demikian dapatlah kita beri definisi nilai uang sebagai berikut: Nilai uang adalah jumlah barang-barang atau jasa-jasa yang diberikan oleh orang lain kepada kita sebagai pengganti satu kesatuan uang yang kita berikan kepadanya.
Dalam ekonomi moneter merupakan hal yang sangat wajib dimana harus mengaetahui tentang tujuan adanya uang. Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang sifat fungsi serta pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Secara umum, kegiatan ekonomi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang mempengaruhi tingkat pengangguran produksi, harga dan hubungan perdagangan/pembayaran internasional. Alasan-alasan mengapa perlu untuk mempelajari ekonomi moneter yaitu agar dapat mengetahui secara mendalam bagaimana mekanisme penciptaan uang, tingkat bunga, pasar uang, sistem dan kebijaksanaan moneter, serta pembayaran internasional. Selain itu, agar dapat mengetahui serta menganalisa beberapa fenomena moneter dalam kaitannya dengan efek kebijaksanaan moneter terhadap kegiatan ekonomi.
B.     Rumusan masalah
Konsep dalam ekonomi moneter di suatu Negara merupakan hal yang sangan kompleks tergantung dari mana sudut pandang yang dilihatnya. Hal ini tentunya sangat amat menarik bila penulis membahas tentang:
1.      Apa itu pengertian dari uang?
2.      Apa yang dimaksud dengan harga uang?
3.      Bagaimana maksud hubungan antara  nilai dan harga uang?
4.      Bagaimana perbandingan nilai uang di Indonesia dengan nilai uang negara lain?

BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Definisi Uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang[1].
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Beberapa pendapat para ahli tentang pengertian uang[2]:
·            AC Pigou; dalam bukunya The Veil of Money, yang dimaksud uang adalah alat tukar.
·            DH Robertson; dalam bukunya Money, ia mengatakan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang.
·            RG Thomas; dalam bukunya Our Modern Banking, menjelaskan uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
Ada beberapa definisi uang dilihat dari tingkat likuiditas :
·         M1 = Uang kertas dan logam yang tersimpan dalam bentuk rekening Koran (Demand Deposite)
·         M2  = M1 + tabungan + deposito berjangka (Time Deposite) pada bank umum
·         M3  = M2 + tabungan + deposite berjangka. Pada lembaga-lembaga tabungan non bank
Yang paling likuid adalah M1, karena proses menjadikannya sebagai uang ka situ prosesnya cepat dan tidak ada kerugian nilai. Sedangkan M2, M3 likudnya rendah, karena proses menjadikannya :
ü  Uang kas sangat lambat atau butuh waktu
ü  Apabila dijadikan uang kas sebelun jangka waktu tersebut dikenakan denda atau finalti.[3]

B.     Nilai Uang
Nilai uang adalah nilai tukar uang. Uang merupakan salah satu benda diantara sekian banyak benda dalam pengertian ekonomi[4]. Setiap benda mempunyai nilai meskipun diantara benda yang satu dengan benda yang lain tidak sama. Masyakat memberi nilai kepada sesuatu benda, kerena benda itu memberikan faedah kepada masyarakat yang bersangkutan. Hanya benda yang permintaan terhadapnya mempunyai nilai. Jadi adapun sebabnya masyarakat itu memberikan nilai kepada suatu benda,adalah kerena benda itu diminta oleh masyakat yang besangkutan dengan kata lain karena benda itu memberi faedah atau dapat memenuhi kebutuhan tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Makin besar feadah atau kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh suatu benda,makin rendah pula nilai yang diberikan oleh masyarakat kepadanya.[5]
Nilai uang adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan sejumlah barang tertentu. Nilai uang tersebut dapat dibedakan menjadi tiga macam:
1.      Nilai nominal
Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera/tertulis pada setiap mata uang yang bersangkutan.
2.      Nilai intrinsic
Nilai intrinsik uang adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang.
3.      Nilai riil
Nilai riil uang adalah nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasa yang dapat ditukar dengan uang itu.
Dilihat dari penggunaannya, nilai uang dibedakan menjadi nilai internal uang dan nilai eksternal uang.
1.      Nilai internal uang
Nilai internal uang adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa.
2.      Nilai eksternal uang
Nilai eksternal uang adalah nilai uang dalam negeri, jika dibandingkan dengan mata uang asing, yang lebih dikenal dengan kurs.kurs ada dua macam yaitu kurs jual dan kurs beli.kurs jual adalah kurs yang berlaku apabila bank menjual valuta asing.sedangkan kurs beli adalah kurs yang berlaku apabila bank membeli valuta asing.
Mengapa uang mempunyai nilai ? Pertanyaan ini tidak sukar untuk menjawabnya jika tekah di terima bahwa uang itupun adalah suatu benda.Uang adalah sebagai suatu benda yang tidak terlepas dari uraian yang dikemukakan diatas. Jelasnya uang itu mempunyai nilai,karena masyarakat mengajukan permintaan terhadapnya. Selanjutnya uang itu mempunyai nilai,karena uang itu dapat memnuhi kebutuhan masyarakat dalam berebagai hal. Sesungguhnya uang itu adalah hanya sebagai alat perantara saja, akan tetapi karena uang itu memberi faedah sebagai alat perantara maka uang itu mempunyai nilai. Demikian pulalah, perubahan-perubahan nilai uang berhubungan erat denag perubahan-perubahan prmintaan terhadapnya.
            Bilamana permintaan terhadap uang sedemikian meningkatnya, maka nilai uang itu naik, sebaliknya jika permintaan terhadap uang itu adalah sedikit maka nilai uang itupun akan merosot, naik turunnya permintaan terhadap uang dapat kita lihat dari kecakapan perputaran uang. Semakin cepat perputaran uang berarti semakin sedikit permintaan terhadap uang itu, artinya uang lari keepada barang. Sebaliknya semakin lambat perpuatran uang semakin besar permintaan terhadap uang itu, dengan kata lain semakin orang menyimpan sebagian kekayaannya dalam bentuk uang, Dalam keadaaan perputaran uang, nilai uang turun. Selanjutnya dalam keadaan perputaran uang yang sangat lambat berarti  naik permintaan terhap uang,nilai uang naik.
Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis[6].
a)      Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga “teori kualitatif statis” bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.
b)      Teori uang dinamis
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang.
            Dimuka sudah dijelaskan mengapa uang mempunyai nilai.Sekarang akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan nilai uang itu,dengan kata lain kita akan memberikan definisi nilai uang. Terlebih dahulu tentang perkataaan adalah bermacam-macam,ada nilai dalam arti obyektif,dalam arti subyektif dan dalam arti nilai tukar. Telah dikemukakan pula bahwa uang itu adalah sejenis benda.Apakah dengan ini berarti bahwa bila mana kita mengatakan nilai sesuatu benda samalah isi yang terkandung dalan fikiran kita bila kita mengatakan nilai uang.Sudah tentu sesuai dengan banyaknya arti nilai tersebut diatas,tidaklah selalu demikian halnya.Jadi apa yang terkandung dalam fikiran kita bila mana kkita mengatakan nilai roti atau nilai nasi,tidak lah selalu sama artinya bila mana kita mengatakan nilai uang.pula harus diperhatikan,bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari,sesuai dengan fungsi uang sebagai alat pengukur nilai,uanglah yang dipergunakan orang untuk menentukan berapa nilai suatu barang.Akan tetapi kerena arti nilai pada yang disebut terakhir ini adalah nilai tukar,maka sudahlah jelas ada persamaan yang terkandung dalam fikiran kita bilamana kita mengatakan nilai uang dan mengatakan nilai suatu benda jadi sama lah apa yang terkandung dalam fikiran kita bilamana kita mengatakan nbilai tukar sebutir telor,dengan nilai tukar sesuatu kesatuan uang. Jadi dengan uraian diatas,jelaskan bahwa bilamana kita mengatakan nilai uang,maka nilai tukar uanglah yang di maksudkan.
Apa yang dimaksud dengan nilai tukar uang atau dengan pendek nilai uang ? karena uang adalah sejenis benda, maka apa yang dimaksud dengan nilai tukar sesuatu benda samalah halnya dengan nilai tukar sesuatu kesaatuan uang. Nilai tukar suatu benda adalah banyaknya barang-barang ata jasa-jasa yang umumnya diberikan oleh orang lain kepada kita sebagai pengganti satu kesatuan barang yang kita berikan kepadanya. Dengan demikian dapat lah kita berikan definisi nilai uang adalah sbb : Nilai uang adalah jumlah barang-barang atau jasa-jasa yang diberikan oleh orang lain kepada kita sebagai pengganti satu kesatuan uang yang kita berikan kepadanya.

C.    Nilai dan Harga Uang
Perkataan nilai dalam  bahasa sehari-hari dan dalam ilmu ekonomi mempunyai arti yang sama atau hampir bersamaan dengan perkataan harga. Kedua perkataan itu sering di campur-adukan oleh ahli ekonomi  dalam karanagan-karangan mereka.juga dalam pembicaraan sehari-hari kedua perkataan tersebut, saling ganti mengganti untuk maksud yang sama.sesungguhnya kedu perkataan itu di samping dapat mempunyai arti yang berbeda, hal ini yang akan kita jelas kan selanjtnya,terutama arti kata nilai uang dan harga uang.[7]
Seperti halnya definisi dari harga uang tersebut yaitu “HARGA” yang di sepakati adalah harga dari penggunaan uang tersebut untuk jangka waktu yang ditentukan bersama. Harga ini dinyatakan dalam % persatuan waktu (misalnya, per bulan atu per tahun, sesuai kebiasaan yang berlaku), dan dinamakan tingkat bunga.[8]
Dan harga suatu barang selalu dapat kita nyatakan dengan pasti. Perkataan nilai adalah suatu pengertian yang berwayuh arti. Ada nilai arti dalam obyektif,disamping ada nilai dalam arti subyektip. Kedua-duanya ini adalah tidak sama jadi bila mana harga suatu barang dapat kita nyatakan dengn pasti,maka nilai suatu barang adalah abstract.
            Bilamana kita telah menerima bahwa uang adalah sejenis barang, maka hal tersebut diatas dapat pula kita terapkan kepada nya. Nilai uang tidak dapat dengan tegas kita tunjukan.Sesuai dengan definisi nilai uang diatas tadi, maka nilai uang adalah jumlah barang-barang atau jasa-jasa yang diberikan oleh orang lain, sebagai pengganti satu kesatuan uang yang kita berikan kepadanya. Harga uang dapat kita tunjukan dengan tegas.jadi harga uang adalah perbandingan antara uang sesuatu negara dengan mata uang negara lainnya. Dengan pendek harga uang adalah kurs uang.Disinilah jelas perbedaan antara nilai uang dengan harga uang.
            Didalam percakapan sehari-hari sering orng berkata sbb: “Nilai rupiah kita diluar negri turun !”Sesungguhnya pernyataan tersebut akan lebih tepat sesuai dengan perbedaan arti istilah diatas tadi –apabila dikatakan  : “Harga uang kita di luar negri turun !”
            Apabila kita lebih jauh meneliti  kedu arti perkataan itu,maka pada akhirnya kita akan sampai pada suatu kesimpulan,bahwa kedua perkataan itu dapat saling mengganti untuk maksud yang sama.Di muka telah dinyatakan bahwa uang itu adalah sejenis barang. Pula telah didefinisikan nilai uang seperti jumah barang-barang atau jasa-jasa yang diberikan orang lain kepada kita sebagai  pengganti satu kesatun uang yang kita berikan kepadanya.Karena uang adalah sejenis barang,maka definisi harga uang dapat dikatakan sbb : Harga uang sesuatu negara adalah jumlah kesatuan mata uang negara lain yang diberikan orang kepada kita sebagai pengganti satu kesatuan uang negara yang pertama. Dari kedua definisi diatas jelas lah bahwa perkataan nilai uang dan harga uang dapat saling berkaitan. Dalam buku ini baik lah kita pakai istilah harga uang untuk maksud kurs uang.[9]
D.    Peran uang dalam perekonomian
Semua aspek kehidupan manusia dalam peradaban modern saat ini tidak terlepas dan ditopang sepenuhnya oleh uang. Tidak ada satupun peradaban di dunia ini yang tidak mengenal dan menggunakan uang. Kalaupun ada, maka perekonomian dalam peradaban tersebut pasti stagnan dan tidak berkembang.
Peran uang dalam perekonomian dapat diibaratkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia seakan-akan hendak mati. Kekurangan uang bagaikan kekurangan darah yang mengakibatkan gairah hidup menurun dan lemah, yang pada akhirnya manusia menjadi sakit-sakitan.
Uang memang benda mati. Namun ternyata ia bisa mengendalikan hidup manusia. Ini bisa terjadi jika manusia lupa akan fungsi dan peran uang yang sesungguhnya. Dengan uang yang notabene adalah benda mati napas hidup perekonomian suatu negara dapat terlihat. Dengan uang manusia bisa membeli rasa “aman:, bersosialisasi, dihargai dan dihormati. Dengan uang manusia dapat mengaktualisasikan dirinya.


BAB III
PEMBAHASAN

Perbandingan nilai uang Indonesia terhadap nilai tukar negara lain
Pada bab yang ke 3 ini kami sebagai pemakalah ingin menjelaskan permaslahan tentang perbandingan nilai uang dan harga uang yang ada di indonesia dengan Negara lain. Dari kedua definisi diatas jelas lah bahwa perkataan nilai uang dan harga uang dapat saling berkaitan dan kita pakai istilah harga uang untuk maksud kurs uang.
Pengertian Kurs Menurut beberapa Tokoh :
  • Menurut Paul R Krugman dan Maurice (1994 : 73) Kurs adalah Harga sebuah Mata Uang dari suatu negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya.
  • Menurut Nopirin (1996 : 163) Kurs adalah Pertukaran antara dua Mata Uang yang berbeda, maka akan mendapat perbandingan nilai/harga antara kedua Mata Uang tersebut.
  • Menurut Salvator (1997 : 10) Kurs atau Nilai Tukar adalah Harga suatu Mata Uang terhadap Mata Uang lainnya.[10]
Kita ambil contoh perbandingan nilai tukar Rupiah dengan Negara lain atau Negara Qatar. Disini sudah jelas dibandingkan dengan negara lain memang nilai tukar Rupiah paling rendah baik dalam bentuk dollar maupun Qatar Riyal. Bahkan di bandingkan dengan negara yang peradabannya masih sangat jauh dari negara kita sekalipun,baik bidang ekonomi maupun pertumbuhan laju pembangunannya seperti Nepal,Bangladesh,nilai mata uang kita masih kalah jauh jika dikonversikan dengan mata uang dolar atau Qatar Riyal.
Sebagai perbandingan :
1)      1Qatar Riyal=2.450 Rupiah(Indonesia)
2)      1Qatar Riyal=22,22Rupee(Bangladesh)
3)      1QatarRiyal=23,09Rupee(Nepal)
4)      1Qatar Riyal=1 Ringgit( Malaysia)
5)      1Qatar Riyal=8,61Baht(Thailand)
6)      1QatarRiyal=16.66Rupee(India)
7)      1Qatar Riyal=21,35Yen(Japan)
8)      1Qatar Riyal=28,57Rupee(Pakistan)
9)      1QatarRiyal=35,71Rupee(Srilangka)
10)  1QatarRiyal=13,33Peso(Philippines)
Dari data diatas dapat kita lihat nilai Rupiah paling lemah dibandingkan dengan negara lain. Pada hal sering di jelaskan walaupun nominalnya kelihatan gede sekali,tapi nilai tukarnya tetap tidak berarti apa-apa.
Disini pihak dari Bank Indonesia pada tahun 2013 akan memulai masa transisi penerapan Redenominasi (Pemotongan 3 nol pada rupiah). Proses ini akan memakan waktu cukup lama dan pada tahun 2020 rupiah sudah punya nominal baru. Kita berharap pelaksanaan Redenominasi ini dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari seluruh anak bangsa,sehingga nantinya nilai Rupiah akan sejajar bahkan lebih baik lagi dibandingkan nilai mata uang asing lainnya.[11]


BAB IV
KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat kami simpulkan bahwa Uang sebagai alat tukar di era modern ini memiliki fungsi dan peranan penting terhadap kegiatan perekonomian.Begitu juga dengan lembaga keuangan sebagai wadah dan perantara kegiatan keuangan.
Dan harga suatu barang selalu dapat kita nyatakan dengan pasti. Perkataan nilai adalah suatu pengertian yang berwayuh arti. Ada nilai arti dalam obyektif,disamping ada nilai dalam arti subyektif. Kedua-duanya ini adalah tidak sama jadi bila mana harga suatu barang dapat kita nyatakan dengn pasti,maka nilai suatu barang adalah abstract.
Nilai uang tidak dapat dengan tegas kita tunjukan.Sesuai dengan definisi nilai uang diatas tadi, maka nilai uang adalah jumlah barang-barang atau jasa-jasa yang diberikan oleh orang lain, sebagai pengganti satu kesatuan uang yang kita berikan kepadanya. Harga uang dapat kita tunjukan dengan tegas.jadi harga uang adalah perbandingan antara uang sesuatu negara dengan mata uang negara lainnya. Dengan pendek harga uang adalah kurs uang.Disinilah jelas perbedaan antara nilai uang dengan harga uang.

DAFTAR PUSTAKA
Boediono, Ekonomi Moneter, BPFE, Yogyakarta 2000
M. Suparmoko, Pengantar Ekonomi Makro, BPFE, Yogyakarta; 1994
Nasution,Mulia. Ekonomi Moneter Uang dan Bank. Jakarta : Djambatan, Agustus, 1998
Nopirin,Ph.D, Ekonomi Moneter, Edisi Pertama, BPFE : Yogyakarta, November, 1992.
Rimsky K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Artikel, Ekonomi Moneter, http//www.imz.or.id di akses pada tanggal 25 Februari 2013 jam 17.00
http://id.wikipedia.org/wiki/uang di akses pada tanggal 25 Februari 2013 jm 17.00
http://re-searchengines.com/dwi1008.html di akses pada tanggal 25 Februari 2013 jam 17.00




[1] http://id.wikipedia.org/wiki/uang di akses pada tanggal 25 Februari 2013 jm 17.00
[2] http://re-searchengines.com/dwi1008.html di akses pada tanggal 25 Februari 2013 jam 17.00
[3]  Boediono, Ekonomi Moneter, BPFE, Yogyakarta 2000. Hal:4
[4]Rimsky K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2005, hal. 14.
[5] Artikel, Ekonomi Moneter, http//www.imz.or.id di akses pada tanggal 25 Februari 2013 jam 17.00
[6] Nasution,Mulia. Ekonomi Moneter Uang dan Bank. Jakarta : Djambatan, Agustus, 1998.hal:57
[7] Nopirin,Ph.D, Ekonomi Moneter, Edisi Pertama, BPFE : Yogyakarta, November, 1992.hal:54
[8] op.cit, Ekonomi Moneter.hal:2
[9] M. Suparmoko, Pengantar Ekonomi Makro, BPFE, Yogyakarta; 1994.hal:33

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar